Tampilkan postingan dengan label panduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Manfaat Budidaya Kelapa Sawit Dengan Pupuk Hayati Bio P2000Z


Manfaat budidaya kelapa sawit dengan pupuk hayati bio p2000z sama artinya manfaat alam utk budidaya kelapa sawit karena sudah saat kita mengembangkan dan beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan dalam budidaya kelapa sawit dengan Teknologi Bio Perforasi Pupuk hayati Bio P 2000 Z dan Phosmit. Kami mengutip tulisan Dr. Ir. Listyanto, MSc tentang peran dan manfaat pupuk hayati Bio P2000Z dalam budidaya kelapa sawit khususnya. Diharapkan dengan penggunaan pupuk hayati ini para pelaku usaha dan petani kelapa sawit dapat menekan biaya pembelian pupuk yang sangat mahal dengan demikian keuntungan akan semakin besar dan lebih ramah lingkungan tentunya.  

Peran Pupuk hayati Bio P 2000 Z + pupuk organik cair Phosmit
Peran pupuk organik cair adalah sebagai bahan untuk membangunkan mikroba yang dibuat dengan kondisi tidur pada pupuk Bio P 2000 Z. Disamping itu pupuk phosmit berfungsi sebagai unsur hara yang siap diserap baik oleh tanaman maupun pengembangan bakteri. Dengan demikian gambungan antara Bio P 2000 Z dan Phosmit mampu mengoptimalkan penyiapan dan perbaikan tanah secara menyeluruh.
Peran pupuk Bio P 2000 Z sebagai pupuk hayati yang sekaligus pupuk organik menjadi pilihan untuk memperbaiki kondisi lahan, penyediaan unsur hara, dan pemicu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman sawit.


Mikro-organisme yang ada di pupuk hayati Bio P 2000 Z dibentuk mempunyai sifat unggul, dengan sistem kehidupan yang dikondisikan sesuai dengan lingkungan tumbuh kembang tanaman. Di dalam pupuk tersebut disertakan pula nutrisi dan unsur hara yang mampu menjadi katalisator dan pemicu pertumbuhan mikro organisme maupun tanaman sehingga kinerja dari mikro organisme lebih optimal.

Komposisi pupuk hayati Bio P 2000 Z + pupuk organik cair Phosmit hasil teknologi Bio Perforasi berisikan sekumpulan mikro-organisme unggul yang terdiri dari dekomposer (Hetrotrop, Putrefaksi), pelarut mineral dan phospat, fiksasi nitrogen, Autotrop (fotosintesis) dan mikroba fermentasi serta mikroba penghubung (seperti Mycorrhiza) yang bekerja bersinergi dan nutrisi bahan organik sederhana, seperti senyawa protein/peptida, karbohidrat, lipida, vitamin, senyawa sekunder, enzim dan hormon; serta unsur hara makro: N, P, K, S, Ca, dan lainnya berkombinasi dengan hara mikro: seperti Mg, Si, Fe, Mn, Zn, Mn, Mo, Cl, B, Cu, yang semua unsur yang disebut di atas diproses melalui cara fermentasi.

Cara kerja pupuk hayati Bio P 2000 Z + pupuk organik cair Phosmit secara komprehenship membentuk dan mengkondisikan keseimbangan ekologis alamiah melalui sekumpulan jasa mikro-organisme unggul berguna yang dikondisikan, bersinergi dengan mikroba alami indogenus dan nutrisi; dan dengan menggunakan prinsip “mem-bioperforasi“ secara alami oleh zat anorganik, organik dan biotik pada mahluk hidup (seperti tanaman) sehingga memacu dan/atau mengendalikan pertumbuhan dan produksinya. Berikut ini manfaat nyata pupuk hayati bio p2000z untuk tanah dan tanaman :
(1) Kemampuan Menguraikan Faktor Penghambat pertumbuhan menjadi faktor pendukung
- Kemampuan yang mengikat kelebihan senyawa racun di alam seperti Al+, Fe2+, Mn2+, H2S, hal ini telah dibuktikan dengan adanya uji lokasi di daerah-daerah bukaan baru yang mengandung unsur-unsur tersebut. Budidaya penanaman dengan menggunakan pupuk hayati Bio P 2000 Z pengaruh racun tersebut pada tanaman menjadi relatif hilang. Setelah di chek laboratorium dapat bukti bahwa kadar unsur tersebut yang bersifat racun jauh berkurang dan diubah dalam bentuk senyawa tidak beracun.
- Keasaman (pH) tanah sebagai faktor penghambat pertumbuhan tanaman. Budidaya di tanah masam yang biasanya di lahan gambut dengan menggunakan pupuk hayati Bio P 2000 Z telah terbukti tanpa menggunakan kapur atau dolomit tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat. Setelah di chek laboratorium pada tanah sehabis panen dapat diketahui keasaman tanah mendekati normal.
Supaya lebih efektif dan efisien untuk memperbaiki keasaman lahan maka Penggunaan pengapuran dapat kombinasikan dengan menggunakan pupuk Bio P 2000 Z. Komposisi kapur dengan pupuk Bio P 2000 Z per hektar adalah 2 liter Bio P 2000 Z + 750 kg/ ha kapur. 
Caranya Pemupukan lahan untuk menetralkan keasaman dilakukan dengan jalan menyemprotkan larutan Bio P 2000 Z ( pupuk Bio P 2000 Z + phosmit + air dengan perbandingan 1 ½ : 1 ½ : 300 ) ke seluruh permukaan lahan seluas 1 ha. Kapur disebarkan tersendiri. Penggunaan kapur dan Bio P 2000 Z untuk menetralkan keasaman lahan dilakukan minimal 1 minggu sebelum tanam. 
- Tekstur, struktur dan porositas tanah merupakan suatu penghambat pertumbuhan tanaman akibat kejenuhan budidaya dan pengaruh penggunaan pupuk an organik. Beberapa penelitian dilakukan di lahan di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa dapat dibandingkan budidaya menggunakan pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit dengan yang tidak menggunakan diketahui bahwa tingkat tekstur, struktur dan porositas menjadi lebih baik.

(2) Mengelola unsur hara di sekitarnya dan disediakan untuk tanaman.
Salah satu keunggulan pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit adalah berfungsi sebagai pengelola unsur hara yang siap tersedia setiap saat untuk tanaman. Beberapa proses pengelolaan mikrobia tersebut adalah sebagai berikut:
- Menyerap unsur hara bebas di alam baik di udara maupun di tanah dalam proses kehidupan bakteri, hasil proses tersebut berupa unsur hara yang siap diserap oleh tanaman. Termasuk juga unsur racun yang semula menjadi penghambat dapat diubah menjadi senyawa tidak beracun yang siap diserap tanaman.
- Menguraikan unsur yang terikat oleh tanah yang pada keadaan biasa tidak dapat diserap oleh tanaman, namun dengan bantuan mikrobia di dalam pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit maka unsur tersebut terlepas kemudian diikat oleh mikrobia dan selanjutnya disediakan untuk diserap tanaman.
- Mengubah unsur an organik menjadi unsur hara organik merupakan proses makhluk hidup termasuk bakteri. Unsur an organik baik dari alami maupun pemupukan dicerna dan diikat oleh bakteri yang ada di pupuk hayati Bio P 2000 Z dalam proses kehidupannya. Selanjutnya unsur tersebut akan dilepas sesuai dengan daya serap tanaman.
Berdasarkan proses tersebut maka pupuk selalu tersedia bagi tanaman, pemberian pupuk lebih efektif dan efisien karena terikat oleh bakteri sehingga tidak menguap atau terbawa oleh air, unsur hara tanaman disediakan dalam bentuk unsur organik dan mudah terserap tanama.

(3) Memproduksi dan merangsang bio aktif seperti enzim, senyawa organik dan energi kinetik yang memacu metabolisme tumbuh kembang akar dan bagian atas tanaman
Terdapat 2 sumber bio aktif pada proses pemupukan ini, yaitu: 
(a) berasal dari pupuk itu sendiri dan 
(b) hasil kerja bakteri merangsang bio aktif tanaman:
a. Bio aktif yang berasal dari pupuk itu sendiri, sewaktu memproduksi pupuk Bio P 2000 Z + Phosmit disertakan juga beberapa hormon yang langsung diserap tanaman dan enzim dan hormon tersebut merangsang pertumbuhan tanaman. 
b. Bio aktif yang dirangsang oleh bakteri yang terdiri hormon auxin dan hormon pertumbuhan lainnya yang membuat pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi cepat dan besar. Hormon florigen merupakan hormon yang dirangsang oleh mikriobia dari pupuk hayati Bio P 2000 Z. Hormon ini berfungsi merangsang pembungaan, sehingga tanaman dapat berbunga dan berbuah lebih lebat. 
Berdasarkan fungsi tersebut di atas maka pupuk hayati Bio P 2000 Z merangsang pertumbuhan tanaman lebih subur, dan hasil bunga dan buah lebih lebat dengan pengisian biji yang penuh.

(4) Ketahanan internal terhadap hama dan penyakit.
- Ketahanan internal diperoleh karena pupuk Bio P 2000 Z + Phosmit dilengkapi dengan unsur hara mikro yang dapat digunakan tanaman. Disamping itu, pertumbuhan yang cepat oleh pengaruh pupuk tersebut, memberikan kemampuan tanaman dari kerusakan hama. 
- Dengan adanya kemampuan pertumbuhan dengan adanya rangsangan hormon auxin, sitokinin dan giberilin, dengan didukung penyiapan unsur hara hasil dari pengelolaan mikrobia maupun unusr hara suplemen yang diberikan pada pupuk Bio P 2000 Z dan Phosmit, maka tanaman menjadi lebih sehat dan kemampuan atau daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit lebih kuat. Hal tersebut dinamakan dengan ketahanan internal.

Terdapat 4 (empat) titik kerja pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit, sbb:
1. Faktor penghambat : zat racun dan pH tanah menjadi Senyawa tidak beracun dan pH tanah normal
2. Mengelola unsur hara alami dan pemupukan yaitu Unsur hara tersedia, tidak cepat hilang/ terikat pada mikrobia, berbentuk unsur organik 
3. Menyediakan dan merangsang bio aktif enzim, hormon, senyawa organik, energi kinetik
4. Merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif yaitu Merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif. Tanaman terlindungi, dan mengurangi residu racun kimia
Berdasarkan penjelasan dapat diketahui bahwa penggunaan pupuk Bio P 2000 Z + Phosmit mampu mengefisiensikan penggunaan pupuk an – organik dengan tambahan dengan kelebihan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah dan peningkatan pertumbuhan vegetatif dan peningkatan pertumbuhan generatif. 

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pupuk hayati bio p2000z ini silakan klik di sini. Demikian pembahasan tentang manfaat budidaya kelapa sawit dengan pupuk hayati bio p2000z semoga bermanfaat dan dapat memajukan pertanian Indonesia. Jika anda ingin memesan pupuk hayati bio p2000z ini bisa hubungi kami.

Rabu, 01 Mei 2013

Cara Menghindari Investasi Bodong

Dalam posting cara menghindari investasi bodong ini kami akan mencoba mengulas beberapa kriteria penipuan berkedok investasi. Beberapa tahun terakhir ini banyak pemberitaan mengenai penipuan yang berkedok investasi mulai dari koperasi bodong Langit Biru, kasus investasi bodong berupa investasi emas dan banyak lainnya. tentu hal ini sangat meresahkan akan tetapi hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat masih punya keinginan untuk berinvestasi, namun sangat disayangkan mereka salah memilih jenis investasi dan cenderung tertarik dengan investasi yang menjanjikan imbal hasil yang besar dan berlipat meskipun tidak masuk akal. Penipuan berkedok investasi ini benar-benar sangat merugikan bukan hanya orang yang telah menyetorkan uang mereka kepada penipu itu saja, pelaku bisnis yang menawarkan investasi real (bukan bodong apalagi tipu-tipu) pun kena imbasnya.

Investasi merupakan salah satu cara untuk memperkaya atau melipatgandakan kekayaan yang ada sekarang. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa cara untuk menghidari penipuan berkedok investasi.  

1. Jangan mudah percaya dengan janji manis yang tidak masuk akal
2. Pilihlah jenis investasi yang riil atau ada wujudnya seperti peluang usaha perkebunan atau properti, emas batangan terutama bagi pemula meskipun tidak semua investasi riil ini benar

3. Pelajari dengan seksama dan detail penawaran investasinya termasuk asal-usul pembagian hasil
4. Cari tau tentang investasi itu dengan bertanya kepada orang lain atau bertnya kepada om google
5. Jangan terburu-buru mengambil keputusan sebelum dapat kesimpulan dan anda yakin dengan kesimpulan itu
6. Jangan menyerahkan dana anda sebelum mempelajari perjanjian dengan detail dan usahakan ada saksi dalam penandatanganan lebih baik jika dilakukan di hadapan notaris. 
7. Perhatikan bukti pembayaran atau penyerahan dana untuk investasi itu. Hal ini jadi pegangan anda jika terjadi sesuatu yang tidak dinginkan.
8. Tidak ada investasi yang menjanjikan pengembalian investasi secara pasti dalam jumlah berlipatganda apalagi dalam rentang waktu yang singkat
9. Waspadalah

Itulah beberapa cara untuk menghindari investasi bodong atau paling tidak meminimalisir kemungkinan anda terjebak dalam rayuan penipu. Jika ada yang kurang silahkan anda tambahkan sendiri dalam komentar di bawah ini.

Kami harapkan jangan antipati terhadap semua investasi karena tidak semuanya penawaran investasi itu merupakan kedok bagi penipu atau tidak semuanya investasi itu merupakan investasi bodong. Jadi intinya adalah bijaksanalah dalam menentukan pilihan investasi anda. Silahkan baca juga artikel peluang investasi yang menguntungkan tahun 2013.

Minggu, 03 Maret 2013

Mesin PKS dan Fungsinya


a.  Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
Jembatan Timbang  
Kapasitas Jembatan Timbang adalah 30 ton dengan ukuran lantai 13  x  13 M, dilengkapi dengan alat pencatat timbangan.
Loading Ramp
Loading Ramp adalah sebuah alat penimbun tandan yang disekat oleh 12 kamar berkemampuan menyimpan 10 Ton TBS/Unit.  Bagian Ramp terbuat dari besi T dengan kemiringan minimum 25°.  Setiap Ramp dilengkapi dengan pintu hidraulic yang dapat diatur. 
Keranjang Buah
Dibutuhkan 60 buah keranjang dan setiap keranjang mampu memuat 2,5 Ton TBS.  Keranjang dibuat dari pelat baja dengan ketebalan minimum 6 mm diberi lubang-lubang serta pada kedua ujungnya dilengkapi dengan cincin sebagai alat pemutar.
Rail Track, Ganty Crane dan Idler Bollard
Sistim Rail Track terpasang pada Loading Ramp dengan Rail Bridge 600 mm dan berat 12,5 Kg/M.  Motor Listrik dengan As melintang mempunyai kemampuan menarik minimum 1,5 Ton dengan kecepatan tarik 20 mm/menit dan dilengkapi dengan tali plastik 100 M.

b.  Stasiun Rebusan (Sterilizer Station)
Stasiun Rebusan terdiri dari Ketel Rebusan dan Blowdown Slincer.
Ketel Rebusan
Tiga buah Ketel Rebusan dengan kapasitas 9 buah keranjang per unit dengan karakteristik diameter sekitar 2,1 M, model pintu ganda, pintu mampu cepat tertutup dan dilengkapi dengan alat pengaman, terbuat dari plat tebal minimum 15 mm dan mampu bekerja dengan tekanan sampai 3,5 Kg/cm2, dilengkapi dengan alat penguras udara dan kondensat (bahan Rockwool dan Alumunium Cladder), dilengkapi dengan Pengatur Tekanan/Listrik (Automatic Control Valve), Alat Perengkam (2 atau 3 puncak) serta pencatat tekanan suhu, dilengkapi lorong kucing dan tangga untuk memudahkan pengaturan katup dan dilengkapi dengan Hinged Rail Pieces.
Blowd off Slincer
Ruangan Blowd off dihubungkan dengan pembuangan udara melalui pipa Kondensat dan Blowd off.  Air Kondensat dikuras dari Bak Silincer parit pembuangan.

c.  Stasiun Bantingan (Threshing Station)
Hoisting Crane 
Keranjang berisi tandan yang telah direbus selanjutnya dibawa kemesin bantingan dengan dua buah Monorail Hoisting Crane, dengan karakteristik dari hois terdiri dari kecepatan utama 10 M/Menit, kecepatan gerak 30 – 40 M/Menit, kecepatan banatu 1 M/Menit dan Daya Angkat 5 Ton.  Jalan ke Hoisting Crane melalui peralatan atas Ketel Pengaduk dan Lubang Kucing.
Mesin Bantingan
Tandan yang telah direbus di bawa ke dua buah mesin dengan kapasitas 60 Ton/Jam.  Mesin ini terdiri dari tiga bagian utama yaitu Hopper Buah dimana keranjang buah ditumpahkan oleh Hoisting Crane, pemakan Tandan Mekanis yang kecepatan dapat diatur dengan alat  Variabel Speed Gear Motor, Drum berputar yang dibuat dari batang T yang diikat-ikat pada suatu cincin.  Drum terikat pada suatu As yang digerakkan oleh sebuah Couple Gear Motor.  Buah Brodol yang terjadi semasa dalam mesin Banting diangkut dengan Elevator Buah untuk dibawa ke Ketel Pengaduk.
Conveyor Tandan Kosong
Setelah diproses di mesin Bantingan, jenjang kosong dikeluarkan ke Conveyor tandan kosong untuk selanjutnya dibawa ke Incinerator.  Bentuk Conveyor adalah gabungan dari tipe datar dan naik. Pada umumnya dibuat dari tipe Twin Chain Scrapper.  Sebuah lorong inspeksi sepanjang Conveyor diikutsertakan.  Kapasitas angkut Conveyor tipe ini adalah 15 Ton jenjang kosong/Jam.
Incinerator
Dibutuhkan  2 buah Incinerator kapasitas 8 Ton Jenjang Kosong/Jam per buah.  Bentuk bangunan segi banyak dengan atap bentuk piramid dan sebuah cerobong atap.  Bangunan dibuat dari batu biasa dilapisan luar dan sebelah dalam batu tahan api (bagian atas daerah pembakar).  Ruang pembakaran dibuat dari rel-rel.  Ada beberapa pintu disamping-sampingnya (untuk pengeluaran abu) dan sebuah lubang angin yang dapat diatur.  Pemasukan jenjang kosong melalui sebelah atas atap.

d.  Stasiun Presan (Pressing Station)
Elevator dan Conveyor Buah
Sebuah Twin Chained Elevator buah kapasitas 60 Ton TBS/Jam yang mengangkut Buah dari Mesin Penebah keatas Stasiun Presan.  Buah ini di tuang pada  Screw tipe Conveyor yang membagi-bagi buah tersebut kedalam Ketel Aduk.  Conveyor tersebut dilengkapi corong pemakan pada setiap Ketel Aduk dan sebuah corong balik untuk limpahan buah (Over Flow).  Buah tumpahan melalui Over Flow Conveyor masuk dari bagian bawah ke Elevator Buah.
Ketel Aduk
Ada 6 buah Ketel Aduk yang berpasangan dengan 6 buah Presan (2 buah untuk cadangan), berupa Ketel Silindris dengan peralatan pasangan pisau untuk pengadukan yang berputar pada sebuah As.  Pemanasan buah dilakukan dengan Steam Jacket.  Kapasitas isi ketel aduk disesuaikan dengan kapasitas Presan.
Kempa Ulir
Jenis Kempa yang dipilih adalah adalah Kempa yang dapat bekerja terus menerus dan Conenya dapat diatur secara Hidrolik.  Kapasitas minimum 10 Ton TBS/Jam.  Banyaknya Presan Ulir ada 6 buah (2 buah untuk cadangan).
Cake Braker Conveyor
Ampas presan yang dibuang dari presan jatuh pada sebuah Cake Breaker Conveyor (tipe Paddle).  Conveyor akan memudahkan ampas presan ke stasiun Depericarper dan bersamaan memecahkan sampah.  Paddle dapat bergerak dan Conveyor dilengkapi dengan 5 mm Throughliner yang dapat diperbaharui.  Conveyor dilengkapi alat pemanas tipe Steam Jacket.  Perlengkapan tambahan ialah Lorong Kucing dan lantai pemeliharaan.
Crude Oil Gutter dan Bak Pasir
Minyak kotor dari presan ditampung pada sebuah Gutter dan mengalirkannya kedalam bak penahan pasir.  Alat Gutter dibuat dari besi putih.  Minyak yang keluar dari Gutter dialirkan ke dalam sebuah tangki yang dilengkapi dengan alat pemanas pipa dan pengenceran dengan air panas.  Ada katup untuk pembuangan pasir dan pengurasan.  Kapasitas dari tangki 2 x 6 M3.
Saringan Getar
Minyak kotor yang telah diencerkan mengalir kedalam saringan getar 2 tingkat untuk memisahkan bahan serat.  Alat saringan dibuat dari 2 lembar besi putih.  Dibutuhkan 4 buah saringan getar.

Tangki Minyak Kasar dan Pompa 
Minyak kotor yang telah disaring disimpan dalam suatu tangki isi 7 M3 yang terpasang di bawah Saringan Getar.  Tangki tersebut dilengkapi dengan alat pemanas, pipa masuk air panas dan alat pengatur pelampung.  Terpasang 2 buah Pompa yang diatur oleh alat pelampung yang mengatur pemasukan minyak kasar ke alat Klarifikasi.  Pompa dibuat dari bahan Abrasive dan tahan asam.

e.  Stasiun Klarifikasi (Clarification Station)
Tangki Klarifikasi 
Dua buah tangki klarifikasi kontinu yang dapat menampung 60 Ton TBS/Jam/Buah.  Perlengkapan tambahan ialah Coil Pemanas, Skimer, Pipa Penghubung, Insulasi dan Tangki Air Panas.  Tangki Klarifikasi dihubungkan dengan peralatan dan Lorong Kucing.
Tangki Minyak
Tangki Minyak bersih ada dua buah dengan perlengkapan Coil Pemanas, Pengukur Suhu, Insulasi dan lainnya.
Tangki Sisa Air Drab dan Penampung Sisa Minyak
Air Lumpur dari bawah Tangki Klarifikasi, Tangki Minyak Bersih dan Tangki Air Drab ditampung pada Tangki Sisa Air Drab.  Tangki dilengkapi Alat Pemanas, Pipa Pemasok Air Panas dan Insulasi.  Lapisan Minyak dari Tangki Sisa di Aaas ditampung pada Tangki Penampungan Sisa Minyak.  Tangki tersebut dilengkapi dengan Coil Pemanas, Insulasi dan Pelampung.  Sepasang Pompa yang digerakkan oleh Switch Pelampung digunakan untuk membawa Minyak Sisa ke Tangki Klarifikasi.
Separator Air Drab
Dibutuhkan 6 buah (2 buah untuk cadangan) alat Separator Air Drap yang dilengkapi dengan Precleaner dan Pompa.  Dengan bantuan gerakan Sentrifugal sisa Minyak dalam Air Drab dipisah, hasil Minyak yang terpisah di daur ulang ke Tangki Klarifikasi melalui Tangki Sisa Minyak, sedangkan sisa Air Drab dari Separator dibuang.
Furifier Minyak
Sebaiknya dipakai 6 buah Furifier (2 buah untuk cadangan).  Minyak bersih diteruskan ke pengeringan Vacum dan sisa air dibuang ke selokan dan seterusnya ditampung di kolam limbah.
Pengering Vacum
Sebuah Pengering Vacum dari type Injeksi Uap.  Alat tersebut dilengkapi dengan Tangki Masukan, Pompa Minyak Kering, Katup Penurunan Tekanan Uap, Termometer, Pompa Tekanan dan Tekanan Vacum.

f.    Tangki Timbun (Palm Oil Storage Tank)
Diperlukan 2 buah Tangki Timbun terdiri dari 1 buah kapasitas 2.000 Ton dan 1 buah kapasitas 500 Ton.  Tangki tersebut dilengkapi dengan Coil Pemanas, Pipa keluar dan Pompa untuk pemuatan ke Truck Tangki.

g.   Stasiun Depericarver (Depericarping Station)
Depericarver
Depericaver terdiri dari dua bagian utama yaitu Kolom Pemisah Tegak dengan kipas dan jendela inspeksi dan sebuah Drum Pemoles yang berputar dimana Inti yang pecah dari partikel kecil dipisahkan keluar.  Biji yang telah dipoles melalui Perforasi keluar ke Conveyor Biji.
Transpor Pneumatik Untuk Ampas
Ampas di bawa dari kolam depericarver ke siklon ampas traspor pneumatis.
Siklon Ampas
Ampas selanjutnya ditampung pada  siklon besar.

h.  Stasiun Biji (Kernel Recovery Station)
Silo Biji
Biji dari Drum Pemoles dibawa secara Pneumatis ke Silo Biji.  Sebagai alternatif, sebaiknya menambah Drum pembagi (Grading) di atas Silo Biji untuk membagi biji atas 2 ukuran.  Ukuran dari Silo Biji adalah 70 M3 dan dibutuhkan 4 buah.  Silo dilengkapi pelat Baffle, Deflector, Kipas, Pemanas Udara, Pipa dan Pengukur Suhu. Di bagian bawah ada ada alat kisi bergetar untuk mengatur keluar biji.  Biji telah diperam yang keluar dari Silo Biji dipindahkan ke Elevator Biji dengan bantuan Conveyor.  Elevator Biji membagi biji pada Drum pembagi yang dipasang di atas alat Pemecah Biji.
Drum Pembagi Biji
Biji yang diterima dari Elevator Biji terlebih dahulu dibagi-bagi atas ukurannya sebelum masuk ke pemecah biji.  Bahan asing (batu, janjang kosong) dikeluarkan dari ujung yang lain.
Alat Pemecah Biji
Kapsitas alat Pemecah Biji adalah 5 Ton/Jam.  Campuran pecah dimasukkan pada sebuah alat saringan getar yang ditempatkan pada setiap alat pemecah.  Biji yang tidak pecah didaur ulang melalui Elevator Biji.  Campuran pecah yang lolos dari saringan getar dikumpulkan pada sebuah Conveyor Ulir dan selanjutnya dipisah secara kering.
Sistem Pemisah Pneumatis untuk Campuran Pecah
Abu dan Cangkang halus akan di pisah secara Pneumatis dari campuran Inti, sedangkan batu berat dipisah pada kolom.  Peralatan pemisah ini terdiri dari Kolom Pemisah, Kipas dan Siklon Cangkang.  Sebagai alternatif dapat pula dipasang pemisah Pneumatis kedua.  Akan tetapi yang paling dianjurkan adalah  menambah sistem Hidrosiklon.
Sistem Pemisah Hidrosiklon
Pemisah dengan Hidrosiklon mempergunakan dua tahap.  Campuran pecah dipompa kepada Siklon pertama dimana Inti berada pada lapisan atas.  Keluaran sisa campuran (Cangkang, Biji dan ada juga Inti) dibawa kesiklon kedua.  Siklon kedua diatur untuk mengambil/memisahkan Cangkang saja dan sisanya adalah Biji.  Inti yang keluar dari bagian atas dikembalikan ke Siklon pertama.  Transpor Inti ke Silo Inti, dan Cangkang ke Silo Cangkang mempergunakan cara Pneumatis.
Silo Inti
Ada 2 silo inti dengan kapasitas 1 Ton Inti/Jam/Buah.  Sebuah Conveyor dipasang pada bagian atas Silo.  Silo dilengkapi dengan pelat Baffle, Deflector, Kipas, Pemanas Udara dan alat pengawas yang diberi kisi-kisi.
Sistem Winnowing
Inti setelah keluar dari Silo, dibawa dengan Celt Conveyor ke sistem Winnowing untuk dibersihkan dari sisa ampas/serat dan cangkang halus.  Secara Pneumatis Inti bersih dibawa ke Silo pengarungan atau penimbunan.
Mesin Pengarung dan Penimbun Barang
Di atas Mesin Penimbun ditempatkan  sebuah Silo Inti bersih, dan setelah itu dimasukkan ke karung goni lalu goni dijahit.
Timbunan Biji
Inti dapat juga ditimbun dalam bentuk Bulk. Timbunan Biji disimpan dalam 4 buah Bin berkapasitas 120 Ton/Buah (4 hari produksi).  Silo ini dilengkapi dengan alat Pengembus Udara, Ventilasi, Conveyor dan Tangga.
Timbunan Cangkang
Cangkang dikeluarkan dari Conveyor Cangkang lalu disimpan pada bin berkapasitas 50 M3 per buah.  Bin terpasang di atas rangka besi dan dilengkapi 2 pintu pengeluaran, 1 pintu ke Conveyor Ampas/Cangkang dan 1 pintu lagi ke Truck pengumpul di bawah Bin.

i.    Pembangkit Uap (Steam Plant)
Conveyor Bahan Bakar
Cangkang dari Bin Cangkang dan ampas dari Siklon Ampas dituang ke atas Scrapper Bar Conveyor untuk membawa bahan bakar di atas ke Conveyor pembagi.  Jika perlu bergandeng kepada bentuk Ketel Uap, sebuah Conveyor Ulir dipakai untuk menerima Cangkang dari Bin Cangkang dan membawanya ke Conveyor Ampas/Cangkang.
Alat Pemasukan Bahan Bakar
Tiap Ketel Uap dilengkapi dengan alat pemasuk untuk menerima bahan bakar dan Conveyor Pembagi untuk  memasukan kedalam Ketel.
Ketel Uap
Dibutuhkan 4 Ketel Uap dengan kapasitas 18 Ton Uap/Jam, Uap Superheated tekanan 20 Bar.  Untuk dapat fleksibel dianjurkan memilih Ketel Uap dengan kapasitas isi yang besar.  Ketel Uap dilengkapi dengan Ruang Blowdown,  Peralatan Cerobong Asap, Kipas, Pipa Pompa masukan, dan semua alat operasi, keamanan dan pengawasan seperti alat Pengukur Tekanan, Pengukur Suhu, Tekanan Vacum, Meter Uap, Meter Air dan lainnya.

j.    Sumber Air (Water Suply)
Stasiun Pompa Air
Kamar pompa mempunyai 4 buah pompa listrik (2 buah untuk cadangan) kapasitas 150 M3/Jam/Buah dilengkapi dengan pipa pengeluaran air ke Tangki Air.
Pembersihan Air
Kotoran air diendapkan pada Clarifier 30 M3 dan diendapkan pada Bak Dekantasi volume 100 M3 dengan bantuan bahan kimia Aluminium Sulfat.  Peralatannya dilengkapi dengan alat-alat pembersih seperti Pompa Dosis, Pipa, Katup dan lain sebagainya.
Tangki Air Bersih Kapasitas 2 x 30 M3
Pembagian Air
Pipa-pipa untuk menyalurkan air ke pabrik
Pelunakan Air Ketel
Alat untuk pelunakan Air Ketel terletak di dalam rumah Ketel Uap.  Peralatannya terdiri dari Demineraliser,  Dearator dan Tangki Pemasukan Air, Pompa, Alat Ukur dan Pipa-pipa.

k.  Pengutipan Minyak Kembali (Demineralizing Plant)
Tangki Pengutipan Balik Air Drab
Air Drab dari Stasiun Klarifikasi dan juga dari Air Rebusan akan dipompa ke Tangki Pengutipan dimana akan diambil kembali minyak yang hilang.  Tangki Pengutipan balik dibuat untuk menampung jika ada kesalahan kerja di Stasiun Klarifikasi (terjadi kehilangan minyak yang besar).  Hasil minyak yang dikutip dipompa kembali ke Tangki Pasir.  Tangki Pengutipan dilengkapi Pompa dan Pipa.  Pompa yang dibutuhkan 4 buah (2 buah untuk cadangan).  Sisa Air Drab dilepas ke Kolam Pengendalian Limbah.

l.    Pembagkit Tenaga (Power Plant)
Turbo Alternator
Pembangkit tenaga terdiri dari 4 buah Turbo Alternator terdiri dari 3 fase 380/420 V, 50 Hz kapasitas 600 Kw/Buah (satu sebagai cadangan).  Turbin dapat bekerja pada tekanan 20 Bar dan tekanan 4 Bar yang akan dipergunakan untuk perebusan dan pengolahan.  Turbin dihubungkan dengan Alternator melalui penukar kecepatan (Speed Reducer).
Tangki Tekanan Lawan
Uap dengan tekan 4 Bar yang keluar dari turbin ditampung pada tangki Tekanan Lawan (Back Presure Vessel)  dan menyalurkannya ke perebusan dan tempat-tempat pengolahan lainnya.  Perlengkapannya terdiri dari katup-katup, penahan uap, katup buka dan Insulator.  Uap dapat juga langsung diambil dari Ketel Uap melalui alat Desuperheating.
Generating Set
Dibutuhkan 3 buah Mesin Diesel Generating Set Fase 380/420 V, 50 Hz kapasitas 350 KVA sebanyak 2 buah dan kapasitas 120 KVA sebanyak 1 buah.
Tangki Diesel
Dibutuhkan 1 buah Tangki Timbun Minyak Diesel kapasitas 5.000 liter.

m. Lain-Lain
Alat Pemadam Kebakaran (Fire Fighting Equipment)
Alat pemadam kebakaran antara lain beberapa macam sambungan hidran, racun api, selimut dan sarung tangan dari bahan asbes.
Bengkel Umum dan Laboratorium (Workshop & Laboratory Equipment)
Alat bengkel umum yang diperlukan antara lain Bubut dari 1.500 mm beserta suku cadang, Gergaji Listrik, Alat Pelubang Tegak, Gurinda, Rol Pelat, Pempengkok Pipa, Generator Acetylene, Las Listrik, Derek, Dongkrak Mekanik dan Hidrolik, Kunci dengan berbagai macam ukuran, Tube Setter, Volderer, Perkakas Tukang Batu dan Tukang Kayu, dan lain sebagainya.
Perlengkapan laboratorium dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan pengolahan harian secara teratur, meliputi Ekstrasi Sokhlet (untuk janjang kosong, ampas, biji dan air drab) dan mutu minyak/inti.  Peralatan laboratorium yang dibutuhkan antara lain Neraca Analistis, Timbangan Kasar, Sokhlet Apparatus, Hot Plate (Six), Oven Pengering, Desikator, Gelas Ukur dan lain sebagainya.
Pekerjaan Listrik (Electrical Equipment)
Alat-alat listrik yang dibutuhkan antara lain Switcboard Utama untuk melayani seksi turbo alternator, seksi pelistrikan, seksi sinkronisasi dan faktor koreksi.  Sub Switcboard, setiap stasiun mempunyai Switchboard sendiri untuk melayani Loading Ramp, Klarifikasi, Penebah/Presan, Pabrik Inti/Depericarver, Ketel Uap, Pengutipan kembali minyak, Kantor dan Laboratorium.  Penyalur tenaga, Penerangan dalam dan luar pabrik, Penangkal petir, dan Aliran tanah.

Persyaratan Pembangunan PKS


 a. Bahan Baku
Sebelum melaksanakan pembangunan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) harus mempunyai daya dukung bahan baku yang cukup untuk pelaksanaan prosesnya, berdasarkan perkiraan potensi produksi, maka kapasitas pabrik dapat dihitung.  Dengan asumsi tiga shift kerja perhari (20 jam kerja perhari) dengan 25 hari kerja perbulan serta kapasitas produksi maksimum yang disesuaikan dengan produksi bulanan diperhitungkan sebesar 10,5%, maka untuk mengolah seluruh produksi TBS tersebut akan dibutuhkan pabrik dengan kapasitas minimal (6.000 ha x 20 ton TBS/ha/tahun x 10,5%) : (25 hari x 20 jam) = 22,5 ton TBS/jam.
Bahan Baku merupakan unsur pokok dalam sebuah produk yang akan di hasilkan, semakin baik bahan baku maka semakin baik produk yang dihasilkan, begitu pola ketersediaan nya, sebab pembangunan sebuah pabrik merupakan investasi yang padat modal dan memerlukan dana yang cukup besar, serta man power yang akan di pergunakan  sehingga analisa pembangunan sebuah pabrik dalam hal ini PKS (Pabrik Kelapa Sawit) juga harus mencakup analisa ketersediaan bahan baku antara lain :
  1. Jenis Buah Sawit yang dihasilkan
  2. Kualitas Tandan Buah yang akan di olah
  3. Usia Produktif tanaman
  4. Transportasi angkut buah
Menurut SK Menteri Pertanian No.107/Kpts/2000, sebuah pabrik kelapa sawit   (PKS)   hanya   dapat  didirikan   apabila   perusahaan   tersebut mempunyai kebun yang mampu memasok 50 % dari kapasitas PKS yang akan dibangun (Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 2004).

 b. Aksesibilitas
Dalam tahap aksesbilitas dilihat jarak (akses angkut buah dari kebun dan masyarakat sekitar) letak geografis kearah jalan utama ke pelabuhan terdekat, juga menghindari pemakaian jalan yang bukan milik perusahaan untuk menghindari berbagai konflik yang mungkin terjadi.

 c. Tata Letak
Untuk mendirikan suatu pabrik perlu dilakukan penataan di dalamnya atau disebut juga sebagai tata letak pabrik. Dalam tata letak pabrik Ada 3 (tiga) hal yang perlu diatur layout-nya, yaitu Tata letak Pabrik, Tata letak kantor dan Tata Perumahan. 
  1. Jembatan timbang
  2. Penerimaan TBS dan penimbangan (Loading ramp)
  3. Bangunan Pabrik 
  4. Tangki Timbun CPO
  5. Kolam penyediaan air
  6. Kolam Limbah
  7. Bangunan Kantor
  8. Laboratorium
  9. Bengkel
  10. Tempat ibadah dan pos jaga.
  11. Perumahan

 d. Kesehatan 
Dari aspek kesehatan pembangunan harus mengacu pada kaidah Lingkungan dan Iklim  penentuan Rona Awal sangat berpengaruh terhadap keberadaan  Pabrik yakni 
  1. Arah angin dan Kecepatan angin
  2. Tingkat kebisingan
  3. Smelty/polusi bau kolam limbah)
  4. Arah effluent pond

 e. Lokasi dan Topograpi  Survey
  1. Tanah (Fisik tanah gambut atau mineral dan type tanahnya berdasarkan peta Satuan Peta Tanah)
  •   Suitable Tanah Mineral atau Gambut
  •   Run Flow air pada musin penghujan (Level ketinggian dari sungai)
  •   Tingkat pemadatan atau timbun tanah
  •   Kecukupan air untuk proses produksi dan perumahan (penentuan Outlet Air, kecepatan air, debit air sungai, kedalaman sungai, panjang sungai. Kejernihan air) 

  2. Kejernihan dan tingkat campuran air sungai (kualitas air visual)
  3. Topografi (peta top dan SPT)
  4. Luasan Areal lokasi Pabrik dan lingkungan pendukung
  5. Leveling tanah Pabrik

 f. Ekonomi dan sosial 
  1. Keberadaan Pabrik, jarak dari pemukiman warga minimal
  2. Pemanfaatan aliran sungai bagi masyarakat
  3. Support material yang ada.
  4. Sosial ekonomi masyarakat sekitar dan ketersedian Man Power Lokal

 g. Perizinan

  1. UKL – UPL / RKL – RPL / AMDAL.
  2. SIUPP.
  3. SITU.
  4. HGB.
  5. IMB PABRIK.
  6. IMB Perumahan.
  7. Izin Gangguan HO.
  8. Izin Pembangunan Limbah Cair (IPAL).
  9. Izin Radio.
10. Izin Land Aplikasi (jika ada).
11. Izin Mesin-mesin Pabrik :
12. zin Timbangan.

  •  Housting Crane.
  • Steriliser.
  • BPV/Steam Separator
  • Boiler
  • Turbine uap.
  • Motor Diesel.
  • Penangkal Petir Listrik.
  • Air Permukaan


Kamis, 04 Oktober 2012

Cara Pembibitan kelapa sawit


Pembibitan sawit sebenarnya bagi petani yang memiliki dana lebih merupakan proses yang jelimet dan perlu kesabaran dalam mengurusnya. Mending mereka beli langsung bibit yang berumur 8 (delapan) bulan ke bawah dan siap langsung tanam deh. Namun lain halnya bagi petani yang memiliki modal yang pas-pasan dan memberanikan diri untuk terjun ke dunia persawitan all out. Banyak petani yang masih bingung mengenai teknis Pembibitan kelapa sawit yang benar. Kami akan mencoba untuk sedikit menjelaskan mengenai hal ini, sedikit saja ya. Tapi mudah-mudah dapat membantu para petani atau pelaku usaha yang membutuhkannya. Untuk memulai berkebun sawit kita harus mempersiapkan bahan tanam yang baik dan bermutu serta asli loh bukan abal-abal. Karena berhasil atau tidaknya tananam sawit itu tergantung pada jenis bibit dan pemeliharaannya. Untuk jenis-jenis bibit unggul kami telah bahas di post sebelumnya. 

Tahapan ini secara umum terbagi menjadi dua yaitu pembibitan satu tahap yang berarti pembibitan dilakukan dengan cara kecambah yang ada langsung ditanam di polybag besar. Kemudian pembibitan dua tahap berarti kecambah sawit ditanam dalam polybag kecil dulu setelah umur 3-4 bulan barulah bibit tadi di pindah ke polibag besar. Artikel ini akan
membahas pembibitan dengan dua tahap karena kami menilai hal ini lebih aman dari resiko kematian bibit dan tidak terlalu membutuhkan naungan yang luas, namun prosesnya jadi lebih panjang sedikit. Ini merupakan awal dari semua tahapan dalam proses berkebun kelapa sawit dan pekerjaan ini dilakukan setahun sebelum penanaman. Untuk menunjang kegiatan ini perlu langkah-langkah teknis yaitu:

Pertama, Pemilihan Lahan Pembibitan sawit
Dalam pemilihan dalan ini kami akan sampaikan beberapa kriteria lahan yang cocok untuk pembibitan, diantaranya adalah 
1. Dekat dengan sumber air tapi tidak banjir
2. Lahan datar atau kemiringannya tidak lebih dari 3°
3. Dekat dari pengawasan dan mudah dikunjungi
4. Tidak jauh dari areal yang akan ditanami
5. Areal sebaiknya datar
Luas areal pembibitan tergantung dengan luas lahan yang rencananya akan  ditanam, jika rencana tanam 750 Ha maka diperlukan areal pembibitan :
a.       Pembibitan Utama : 15 Ha
b.      Pembibitan Awal   :  500 m2

Untuk menghitung  kebutuhan bibit per hektar tanam dilapangan adalah populasi per hektar ditambah 30 %, jika populasi per ha 130 pk maka ditambah 39 lagi untuk persiapan penyisipan nanti.
Sampai saat ini bibit kelapa sawit berasal dari biji yaitu hasil perkawinan buatan dari induk yang terpilih. Secara genetis tiap bibit memiliki pertumbuhan dan produksi yang berbeda,sehingga seleksi bibit mutlak diperlukan.
Di pembibitan sawit akan dijumpai bibit – bibit yang pertumbuhannya tidak normal,baik akibat genetis maupun karena kesalahan kultur teknis. Selanjutnya apabila bibit – bibit tidak normal tersebut ditanam kelapangan , maka akan diperoleh tanaman yang sama sekali tidak berbuah atau berproduksi sangat rendah ( 25 – 30 ) % dari tanaman normal.
Pekerjaan membuang bibit – bibit yang tidak normal dipembibitan disebut seleksi bibit.


2.      PEMBIBITAN AWAL ( PRE NURSERY )
Untuk memudahkan pekerjaan seleksi maka kecambah yang diterima diperiksa dandipisahkan berdasarkan Pesiferanya. Kerusakan kecambah dapat terjadi akibattranportasi seperti : Patah atau busuk akibat diserang jamur.
Sewaktu menanam bakal akar dan bakal daun harus jelas ,dimana bakal akar berwarna lebih gelap , kecoklatan sedan bakal daun berwarna kuning keputihan dan lebih terang.Bakal daun harus ditanam tegak lurus dengan permukaan tanah dan biji tertanam lebih kurang 2 – 3 mm dalam tanah.
Setelah bibit berumur 2 Bln diadakan seleksi yang disebut seleksi pendahuluan.Setelahberumur 3 Bln sebelum pindah ke pembibitan utama diadakan seleksi yang disebut seleksi kedua.
Biasanya bibit umur 3 Bln berdaun 3 – 4 helai dan telah sempurna bentuknya.

Bibit yang harus dibuang / tidak normal  dipembibitan awal adalah :
-    Bibit yang anak daunnya sempit dan memanjang seperti daun lalang
-    Bibit yang pertumbuhannya terputar
-    Bibit yang tumbuh kerdil
-    Bibit yang anak daunnya bergulung
-    Bibit yang pertumbuhannya memanjang
-    Bibit yang agak kusut / kusam
-    Bibit yang ujung daunnya membulat seperti mangkuk
-    Bibit yang terserang penyakit tajuk

 Disamping pertumbuhan tidak normal karena genetis ,dapat juga disebabkan karena kesalahan kultur teknis seperti :
-    Kesalahan sewaktu menanam kecambah dimana bakal daun ditanam kedalam
   tanah
-    Ditanam terlalu dalam sehingga pertumbuhan terlambat
-    Ditanam terlalu dangkal sehingga akarnya diluar/menggantung
-    Tanahnya terlalu padat sehingga menghambat pertumbuhan akar
-    Tanahnya mengandung batu – batuan tidak disaring sehingga menghambat
   pertumbuhan akar
-    Tanah terlalu basah karena air tidak mengalir dari polibag
-    Penyiraman terlalu keras sehingga bibit keluar dari polibag

3.      PEMBIBITAN UTAMA ( MAIN NURSERY )
Setelah bibit berumur 3 bln dipembibitan awal ( Pre Nursery ) maka bibit tersebut sudah dapat dipindahkan kepembibitan utama karena apabila terlambat dipindahkan akan mengakibatkan pertumbuhan bibit meninggi karena persaingan untuk mendapatkan sinar matahari. ( etiolasi )
Dipembibitan utama seleksi diadakan bertahap karena kemunculan gejala sejalan dengan umur bibit. Walaupun demikian apabila dijumpai bibit yang pertumbuhannya tidak normal segera dibuang. Seleksi bibit dapat dilaksanakan pada waktu bibit berumur 4 bln, 8 bln, dan pada saat akan dipindahkan kelapangan
Bentuk tanaman tidak normal yang harus segera dibuang adalah :

-  Bibit yang pertumbuhannya meninggi dan kaku dengan sudut pelepah mengecil dan biasanya akan menjadi tanaman sterile/tidak berbuah
- Bibit yang permukaan tajuknya rata dimana pelepah yang lebih muda lebih pendek dari yang tua
-    Bibit yang tumbuh lemah terkulai
-    Bibit yang anak daunnya tidak membelah sedang kan yang lain pada umur yang sama telah membelah sempurna
-    Terkena penyakit tajuk
-    Bentuk anak daun tidak sempurna seperti :

•         Anak daun sempit
•         Anak daun bergulung
•         Anak daun jarang-jarang
           
4.      PEMUPUKAN BIBIT
Pemberian pupuk pada bibit sangat jelas memberikan pengaruh pada pertumbuhan bibit namun jika pemberian berlebihan akan berpengaruh menekan pertumbuhan
Untuk dipembibitan  pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK 15.15.6.4 sampai umur 6 bln, sedangkan pupuk NPK 12.12.17.2 diberikan mulai umur 7 bln. Dan untuk dosisnya pupuk telah kami jelaskan di budidaya sawit.   
     
5.      HAMA PENYAKIT DI PEMBIBITAN
Untuk mendapatkan bibit yang baik dan sehat maka pengendalian hama sangat penting,selain pupuk dan penyiraman. Hama yang sering menyerang dipembibitan adalah :
a.   Kutu daun                  
Warnanya hijau kemerah-merahan,jenis ini sering dijumpai dihelai daun,pucuk daun,leher akar
b.  Spider mites
      Hidup dibagian bawah anak daun yang tua dan berkembang cepat di musim panas
c.   Belalang
d.   Jangkrik
e.   Tikus
f.    Ulat pemakan daun seperti ulat api,ulat kantong atau ulat siput

Daftar hama penyakit serta pestisida yang dapat dipakai

Jenis Hama
Pestisida yg dipakai
Konsentrasi ( % )
Interval Waktu
Keterangan

1. Kutu daun
2. Spidermites
3. Belalang
4. Jangkrik
5. Tikus
6. Ulat



Matador
Matador
Sevin 85 EC
Sevin 85 EC
Klerat
Sevin 85 SP

      0,1
      0,1
      0,05
      0,05
        2
      0,05

 2 Miggu
 2 Minggu
 2 Minggu
 3 Minggu

 2 Minggu 

Semprot
Semprot
Semprot
Semprot
Tiap 100 m2
Semprot


Senin, 01 Oktober 2012

Harga Bibit Sawit Unggul Murah


Harga bibit unggul kelapa sawit berbeda-beda tergantung varietasnya dan umur bibit tersebut. Ada beberapa produsen Benih dan bibit sawit unggul yang siap tanam, tergantung keputusan anda untuk menentukan bibit mana yang akan anda tanam. Kami memilki info harga bibit kelapa sawit dengan varietas yang berbeda untuk menjadi pertimbangan anda dalam memilih bibit sawit.
Bibit-bibit ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebagai lembaga penelitian khusus Kelapa Sawit yang terdiri dari orang-orang berkompeten. Bagi Anda yang berminat untuk menanam bibit unggul dari PPKS, saat ini telah ada beberapa pembibitan komersil PPKS di beberapa daerah. Atau Anda bisa hubungi kami untuk info pembelian dan pemesanan.   




Daftar Harga Bibit Kelapa Sawit Unggul PPKS.

Harga Bibit Kelapa Sawit D X P
No.
Bahan Tanaman
Harga Per Batang (Rp.)
1.
Bibit umur 3 bulan
20.000
2.
Umur bibit 4-6 bulan
25.000
3.
Bibit umur > 7 bulan
28.000

Harga Bibit Kelapa Sawit Dy X P (Dumpy)
No.
Bahan Tanaman
Harga Per Batang (Rp.)
1.
Bibit umur 3 bulan
22.000
2.
Umur bibit 4-6 bulan
27.000
3.
Bibit umur > 7 bulan
30.000

Harga-harga bibit sawit di atas sudah termasuk ongkos kirim sampai tempat Anda.


Mudahnya Berkebun Kelapa Sawit


Tahapan pembangunan kebun kelapa sawit merupakan langkah-langkah yang harus anda ikuti prosesnya. Untuk membantu mewujudkan perkebunan kelapa sawit impian anda kami CV Purnomo Jaya telah menyiapkan tahapan-tahapan yang akan kami lakukan sebagai konsultan dan kontraktor pembangunan kebun sawit anda mulai dari 0 tahun hingga 3 tahun dan anda siap panen.
Lebih jelasnya kami akan uraikan tahap demi tahap pembangunan perkebunan kelapa sawit sebagai berikut :
I.Perizinan Lahan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit
  
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh petani atau pelaku usaha dalam memulai berkebun sawit adalah pemantapan aspek legal terhadap areal yang akan dan atau yang dimiliki. Banyak perkebunan gagal akibat perizinan yang tidak jelas, terutama posisi areal yang memang harus diluar kawasan hutan atau paling tidak telah ada pelepasan kawasan dari otoritas pemerintah yaitu Kementerian Kehutanan. Disamping itu pengalaman menunjukkan, setelah memperoleh ijin prinsip dan ijin lokasi dari pemda setempat, perusahaan perkebunan juga harus melakukan Ganti Rugi Tanaman Tumbuh (GRTT), terhadap areal yang masih diokupasi oleh pihak ketiga. Kondisi ini harus direncanakan dengan matang, sehingga dapat terhindar dari pembayaran GRTT lebih dari 1 kali. Kami mempunyai banyak pengalaman dalam memastikan proses perijinan ini diurus dengan benar. Adapun tahapan perizinan perkebunan kelapa sawit adalah:

a)    Ijin Prinsip dari Pemda
b)    Ijin Lokasi yang memuat peta areal perkebunan yang masih harus dibebaskan dari pihak ke 3
c)    Pelepasan Kawasan Hutan, jika areal Ijin Lokasi masih terdapat Kawasan Hutan.


d)    GRTT, proses ganti rugi lahan okupasi pihak ke 3
e)    Kadasteral, dilakukan oleh BPN Pusat, yang merupakan pengukuran areal yang telah dimiliki.
f)    AMDAL.
g)    Panitia B, pada Kanwil BPN Propinsi untuk mendapat rekomendasi penerbitan SK Hak Guna Usaha
h)    Penerbitan SK Hak Guna Usaha dari BPN Pusat
i)      Penerbitan Sertifikat Hak guna Usaha dari Kantor BPN Kab/Kota setempat
j)      Dalam pelaksanaan proses perinzinan dan GRTT ini, kami dapat mendampingi proses sehingga dipastikan berjalan sesuai dengan standard baku pembangunan kebun

Pada tahapan ini merupakan tahapan yang paling penting untuk menentukan status kebun sawit anda nantinya. Untuk pembangunan kebun kelapa sawit pribadi (bukan badan usaha baik PT,CV dll) akan lebih mudah dan kami akan membantu proses kepemilikan lahan yang akan anda tanami kelapa sawit. Pembangunan kebun kelapa sawit ini kami arahkan ke daerah Provinsi Jambi.

 
II. Perencanaan Areal Dan Operasional Perkebunan Kelapa Sawit
Area perkebunan yang telah diperoleh, selanjutnya dilakukan desain kebun melalui perencanaan blok tanaman (bloking area) , perencanaan sarana prasarana yang dibutuhkan. Apabila perencanaan ini telah dipastikan sesuai dan tepat, dilanjutkan aplikasi lapang melalui bloking area , membagi lahan kedalam beberapa blok sesuai desain awal. Dalam tahap perencanaan ini, hal-hal yang harus ditetapkan adalah sebagai berikut:

a)    Desain kebun
b)    Bloking Area
c)    Penentuan posisi jalan ( Main Road dan Collection Road)
d)    Penetapan Parit (Irragation System)
e)    Pembibitan, Basecamp (Emplasment)
f)    Rencana Lokasi Pabrik Pengolahan kelapa Sawit
g)    Perencanaan diatas sudah harus disusun sedemikian rupa dalam bentuk Rencana Operasional (Budgeting system) dan Sistem Opesional Prosedur (SOP) masing-masing kegiatan dan System administrasi kebun dan Keuangan (SAKK). Untuk kegiatan diatas, kami dapat membantu kebun, sehingga budget yang tersusun sesuai dengan norma atau stándar pembangunan kebun.

III. Pelaksanaan Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit
Dalam melaksanakan tahapan dari pembangunan kebun sawit ini semua Perencanaan areal yang telah disusun tadi akan diaplikasi dalam bentuk kegiatan sebagai berikut :

a)    Pembangunan Pembibitan (Pre Nursery and Main Nursery)
b)    Pembukaan lahan (land Clearing) sekaligus pembuatan Jalan sebagai batas blok
c)    Untuk areal low land atau gambut , dilakukan pembuatan parit (Main drain Primer drain and Secondary drain)
d)    Penanaman kacangan ( Legume Cover Crop)
e)    Pancang tanaman
f)    Penanaman kelapa sawit
g)    Pemeliharaan TBM dan TM
h)    Panen dan system panen
i)    Kegiatan diatas dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam Anggaran Kebun (Budgeting system)




IV. Pembibitan Kelapa Sawit
 
Bibit tanaman, merupakan satu hal yang sangat penting dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Sumber bibit adalah bibit yang baik dan disertifikasi oleh otoritas yang berhak. Pembibitan dilakukan dengan 2 tahap, Pre nursey dan Main Nursery, Areal  pembibitan harus betul-betul dipastikan sumber air yang baik dan tersedia secara terus menerus. Pembibitan membutuhkan system penyiraman yang baik, diantaranya menggunakan sumi sansui, sprinkler dan selang manual. Investasi yang dibutuhkan dalam pembibitan cukup besar, sehingga bila ada perencanaan dan pelaksanan pembangunan yang kurang tepat, dipastikan tingkat kematian bibit yang tinggi. Untuk kegiatan pembibitan ini, kami dapat memberikan pendampingan sehingga pembibitan berjalan efektif dan efisien. 

Namun kami telah menyiapkan bibit yang siap tanam dengan umur di atas 7 (tujuh) bulan. Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi kegagalan dalam pembibitan dan efisiensi waktu pembangunan kebun kelapa sawit anda. Jaminan keaslian bibit dan pemilihannya selalu kami kedepankan.


V.Pembukaan Lahan Kelapa Sawit ( Land Clearing)

Pembukaan lahan (land clearing) dilaksanakan pada lahan mineral dengan sesuai  bloking area, dimulai dengan pembukaan jalan sebagi batas blok. Untuk kegiatan di lahan, dilakukan desain pancang kepala sebagai acuan untuk menempatkan rumpukan. Areal kemiringan tinggi, dilakukan dengan pembuatan teras.

Lahan low land sampai gambut, kegiatan pertama adalah membuka saluran air yang telah didesain sedemikian rupa, dengan mempertimbangkan hidrologi kawasan.  Saluran (drain) dimulai dari areal hilir., selanjutnya dilakukan landclearing di areal tanam menggunakan excavator. Titik kritis dalam pembukaan lahan gambut atau low land adalah disain parit.

Untuk kegiatan landclearing mineral terutama landclearing lowland  gambut, kami dapat melakukan supervisi sehingga pelaksanaan pembukaan lahan sesuai dengan kondisi lahan dan sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit.






VI. Penanaman Dan Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit
 
Penanaman kelapa sawit, dimulai setelah penyelesaian landclearing blok demi blok . Dimulai dengan pancang mata lima. Penentuan jarak tanam didasarkan Kepada klasifikasi tingkat kesuburan tanah dan jenis bibit. Untuk kelas S1 dan S2 biasanya 130 pokok per ha dengan jarak tanam 8 x 9 meter, sedangkan untuk kelas S3 dan lowlang gambut 146 pokok per ha. Setelah penanaman, dilanjutkan segera dengan penanaman kacangan  (legume cover crop).Pemeliharaan tanaman kelapa sawit dibagi dalam 2 bagian besar yaitu Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM). Adapun kegiatan utama adalah:

a)    Rawat gawang dan dongkel anak kayu kimia dan atau manual
b)    Pembuatan piringan
c)    Pemupukan
d)    Pembuatan pasar pikul
e)    Sulaman / sisip
f)    Pengendalian hama dan penyakit
g)    Penunasan        
h)    Peningkatan jalan
i)    Pemeliharaan sarana/prasarana.
Mudahkan menyelesaikan setiap tahapan pembangunan kebun sawitnya.Untuk itu semua kami akan lakukan yang terbaik untuk anda. Dengan penuh tanggungjawab dan supervisi langsung dari anda sebagai pemilik kebun yang menjadi klien kami. Kepuasan anda dengan pelayanan yang kami berikan merupakan kesenangan bagi kami.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kami.